Saturday, November 15, 2008

Dawet sagu Vs serabi yang menal menul

Wisata Kuliner di Blitar ala Waimana Blog 5 ( habis )

Blitar memang panas, meski tak sepanas Jakarta. Ketika penikamat kuliner tradisional/pembaca Waimana Blog datang ke Blitar sempatkan mampir didesa Kanigoro. Disana ada kedai dawet serabi Mbak Nur ( bukan kedai rujak cingur, other owner), 500 meter dari warung rujak cingur kearah barat dari Malang, tepatnya ditimur pom bensin Kanigoro.

Dawet serabi Mbak Nur memang beda, nomer wahid di Kanigoro. Serabinya yang menul-menul dan gurih, dawet sagunya yang kenyal ditambah dengan santan kelapa nyummi….dan yang membuat dawet serabi Mbak Nur beda adalah sirupnya, dawet serabi Mbak Nur menggunakan sirup dari gula putih yang dimasak hingga mengental. Manisnya pas, gurihnya pas harganya pas Cuma Rp.1000,- saja sudah bisa mendapatkan semangkuk dawet serabi untuk menghilangkan dahaga sepanjang perjalanan mengelilingi kota Blitar.

Rujak Cingur Bu Nur

Wisata kuliner di Blitar ala Waimana Blog 4

Acara makan-makan kali ini penulis Waimana Blog akan putar-putar mencari makanan sehat, murah,dan dapatnya banyak. Dari kota Blitar penulis meluncur ke desa Kanigoro. Dari berita burung disana ada rujak cingur yang cakep rasanya, dan penulispun berhenti pada salah satu warung sederhana yang beralamat dijalan Kusumabangsa, tepatnya didepan Kantor Kelurahan Kanigoro. Warung yang berukuran 4mx3m lumayan bersih dan ramai pengunjung saat makan siang. Penulis memesan satu porsi rujak cingur, dan tek berapa lama kemudian satu piring rujak telah tersaji dihadapan penulis. Rujak cingur tergolong rujak petis, karena dalam pembuatannya memakai petis udang. Sausnya yang kental didapat dari kacang goreng dan petis udang. Tetapi kali ini rujak cingur yang penulis nikmati tidak sama seperti rujak cingur di Surabaya, rujak cingur Bu Nur ini tidak memakai cingur, melainkan memakai kulit dari sapi, tetapi rasanya tak kalah dengan rujak cingur Surabaya untuk sayuranya rata-rata sama seperti kangkung, taoge, kacang panjang atu kembang turi. Ketika saya bertanya berapa harga seporsinya, saya langsung terkejut, hanya Rp. 3500,- untuk makanan seenak dan sebanyak itu. Kalau ditelisik dengan harga sebesar itu cukup lumrah untuk daerah desa, yang bukan kawasan wisata.

Alih-alih sambil melepas lelah penulis dapat bertanya pada sang pemilik warung saat ia sedikit santai bahan-bahan apa saja yang dipakai dalam pembuatan rujak cingur. Dengan senang hati sang pemilik warung memberitahukan bahan-bahannya. Wanita paruh baya itu tak dapat berbincang dengan saya terlalu lama karena para langganan mulai berdatangan kembali.

Resep Masakan Daerah : Rujak Cingur Warung Bu Nur
Bahan sauce:
• Kacang tanah sangrai
• Pisang batu
• Terasi udang
• Petis udang
• Gula merah
• Cabe rawit
• Air asam
• Air

Sayuran :
• Ketimun
• Kangkung
• Taoge
• Kacang panjang
• Kembang turi

Pelengkap :
• Cingur/kulit sapi rebus/panggang/goreng dengan sedikit minyak dengan dibumbui garam dan bawang putih
• Kerupuk goreng pasir

Cara membuat :
1. Semua bumbu sauce dihaluskan, tambahkan dengan air asam dan air putih aduk hingga rata
2. Tata pada piring sayur-sayuranya dan cingur, tuangkan sauce keatas sayuran dan sajikan dengan kerupuk goreng pasir



Dawet sagu dan serabi menal menul

Wisata Kuliner di Blitar ala Waimana Blog 5 ( habis )

Blitar memang panas, meski tak sepanas Jakarta. Ketika penikamat kuliner tradisional/pembaca Waimana Blog datang ke Blitar sempatkan mampir didesa Kanigoro. Disana ada kedai dawet serabi Mbak Nur ( bukan kedai rujak cingur, other owner), 500 meter dari warung rujak cingur kearah barat dari Malang, tepatnya ditimur pom bensin Kanigoro.

Dawet serabi Mbak Nur memang beda, nomer wahid di Kanigoro. Serabinya yang menul-menul dan gurih, dawet sagunya yang kenyal ditambah dengan santan kelapa nyummi….dan yang membuat dawet serabi Mbak Nur beda adalah sirupnya, dawet serabi Mbak Nur menggunakan sirup dari gula putih yang dimasak hingga mengental. Manisnya pas, gurihnya pas harganya pas Cuma Rp.1000,- saja sudah bisa mendapatkan semangkuk dawet serabi untuk menghilangkan dahaga sepanjang perjalanan mengelilingi kota Blitar.

Monday, November 10, 2008

Sate Kambing TGP Maknyus.......

Wisata Kuliner di Blitar ala Waimana Blog 3

Ketika penulis dan suami ingin menikmati sate kambing yang maknyus di Denpasar kami harus merogoh kantong lebih dalam. Bisa kami membelinya tetapi akan over budget untuk ART kami, dan pilihan terakhir kami sate yang ada di pasar Kreneng, cukup Rp.7000,- penulis bisa mendapatkan 10 tusuk sate kambing. Selesai menikmati bakso Gangsar yang ada di jalan TGP- Blitar, mata penulis langsung hijau ketika melihat tulisan “ Sate Kambing “ yang nota bene tempatnya berselang satu kios drai bakso Gangsar. Aroma daging kambing yang dibakar diatas bara arang membuat perut penulis keroncongan dan menelan ludah. Sedikit merayu suami, akhirnya kami mampir juga ke warung sate tersebut, dan benar aroma yang saya cium tadi tidak bohong, sate kambingnya laker abis, cuakep…..

Sauce kacangnya standart, sama pada umumnya, tetapi daging yang digunakan adalah daging kambing muda, pada gigitan pertama penikmat kuliner akan merasakan lembutnya si daging, serat yang halus dengan kematangan medium sungguh maknyus…….dilidah. Selain itu tidak ada aroma prengus kambing, harganyapun tak membuat ART penikmat kuliner kecolongan, hanya Rp. 9000,- per 10 tusuk sate kambing, Rp. 2000,- sepiring nasi putih, Rp. 1500,- untuk es tehnya dan Rp. 500,- jatahnya tukang parker. Sebagai rekomendasi bagi penikmat kuliner sate kambing dijalan TGP-Blitar wajib dicoba jika berkunjung ke Blitar.

Saturday, November 8, 2008

Berburu Bakso di Kota Patria


Wisata kuliner di Blitar ala Waimana Blog ( 2 )

Penulis Waimana Blog adalah penggila bakso, tetapi selama tinggal dibali belum ada bakso yang rasa bintang lima harga kaki lima. Di Denpasar jika ingin menikmati bakso rasa bintang lima harganyapun bintang lima plus plus, meskipun banyak penjual bakso kaki lima rasanyapun kaki lima, yang mayoritas penjualnya orang jawa. Dan ketika berkunjung ke Blitar kenapa tak saya sempatkan makan bakso dengan rasa aslinya, kan sama-sama orang Jawa. Salah satu teman penulis merekomendasikan beberapa tempat tongkrongan bakso seperti bakso Blambangan yang ada di jalan Kusumabangsa-Kanigoro, bakso Cendol ( lupa nama desanya, desa Tumpang ke timur, jika pergi ke Malang melaui jalan tikus alias jalan alternative pasti bisa menemukan bakso cendol yang ada di kiri jalan bila dari Blitar ), bakso Gangsar yang ada di jalan TGP-Blitar, bakso urat President yang ada dijalan Seruni-Blitar.

Dari kesekian rekomendasi yang penulis dapat, semua dikunjungi, tetapi yang paling sesuai dengan lidah penulis hanya ada dua yaitu bakso Cendol dan bakso Gangsar. Ketika penulis mampir di kedai bakso Cendol dengan suami, penulis langsung jatuh cinta dengan rasa kuahnya yang segar, bening dan gurih, juga tekstur baksonya yang lembut dan kenyal. Sekalipun sederhana, dan tak banyak pilihan untuk isinya ( 1 buah bakso ukuran besar, 4 buah bakso ukuran medium, bihun dan tahu), bakso Cendol mempunyai rasa gurih yang khas, dan kaldu yang tipis dipadu dengan slice daun bawang membuat bakso Cendol terasa segar. Cukup dengan Rp. 4000,- per porsi pembaca/ penikmat kuliner bisa mendapatkan bakso idealdan dijamin pasti nambah. Untuk ke bakso Cendol dari kota Blitar kira-kira 30 menit dengan menggunakankendaraan pribadi.

Hunting bakso kali ini diteruskan di kawasan kota, penulis dan suami meluncur ke jalan TGP, 10 menit dari penginapan. Ruangan yang berukuran 4mx3m terasa panas dengan padatnya pengunjung. Tetapi penulis rela bermandi keringat demi memuaskan rasa penasaran akan kenikmatan bakso. Di kedai bakso Gangsar ada beberapa pilihan isi seperti pangsit goreng, siomai, bakso urat, bakso telur, bakso isi dan bakso polos. Rp. 6000,- per porsi untuk bakso dengan isi lengkap. Kuahnya sedikit berbeda, kedai bakso Gangsar memiliki kuah yang sedikit berlemak, dengan rasa bawang putih yang sedikit menonjol. Karena letaknya dipinggir jalan raya, area parkirnya kurang luas dan mudah dijangkau.

Tuesday, November 4, 2008

Jiarah ke makam proklamator

Jalan-jalan wisata di Blitar ala Waimana Blog 1

A. Tinjauan umum
Makam sang proklamator terletak di Kodya Blitar tepatnya di jalan Slamet Riyadi desa Bendogerit kecamatan Sananwetan , dari pusat kira-kira sepuluh menit jika ditempuh dengan kendaraan pribadi atau dengan motor. Blitar dikenal dengan kota proklamator atau kota patria. Jika ingin menggunakan kendaraan umum, wisatawan tak perlu kawatir karena kendaraan umum sangat ramai mondar-mandir antara terminal bus ke makam, berkisar Rp. 10.000,- untuk sekali berangkat. Tidak ada harga tiket khusus untuk masuk ke area makam.Dengan arsitektur joglo khas Jawa area makam juga dilengkapi dengan gapura agung, musola dan hall sehingga membuat wisatawan menjadi nyaman. Disebelah selatan makam terdapat juga perpustakaan Sukarno, yang mengoleksi buku dari jaman bahalak sampai jaman millennium. Ketika memasuki perpustakaan wisatawan akan disambut oleh patung Sukarno dengan ukuran raksasa di bagian depan, dengan tempat parkir luas wisatawan tak perlu khawatir akan padatnya area parkir. Diseberang jalan makam banyak art shop yang menjual souvenir khas Blitar, karena didaerah wisata tentunya harga jualnya akan melambung setinggi langit, jadi wisatawan harus pintar-pintar menawar setidaknya 50% dari harga jual. Oleh-oleh yang tak boleh ketinggalan dari Blitar adalah sambal pecelnya, dengan mengeluarkan uang Rp. 15.000,- wisatawan sudah dapat membawa bungkusan sambal.


B. Akomodasi dan fasilitas lainnya
Makam Sukarno adalah salah satu kawasan pengembangan wisata di Blitar, jika wisatawan membutuhkan penginapan atau warung tak perlu khawatir, karena banyak tersedia warung makan disekitar makam, seperti di lesehan President yang jaraknya kira-kira 300 meter dari makam. Untuk room rate mulai dari Rp. 50.000,- per night untuk kelas melati.
Daftar hotel dikota Blitar
• Hotel Tugu
jl. Merdeka- Blitar
• Patria Plaza Hotel
jl. Kartini 10
phone : (0342 ) 807222
• Blitar Indah Hotel
jl. Jend. A. Yani 60
Phone :( 0342 ) 801484
• Herlingga Jaya Hotel
Jl. Jaksa Agung Suprapto 49
Phone : ( 0342 ) 806324
  • Hotel Gita Puri & Restorant
Jl. Letjen Suprapto 97-99
Phone : ( 0342 ) 812886
  • Hotel Puri Perdana & Cafe
Jl. Anjasmoro 78
Phone (0342 ) 815674
Daftar restaurant dan warung di Blitar
• President Lesehan
• Raden Lesehan
• Rumah makan Bajang
• Ramayana Restaurant