Tuesday, October 21, 2008

Upacara Adat Pernikahan di Waimana

Tradisi sebelum dan sesudah upacara pernikahan yang turun temurun di Waimana, untuk melestarikan budaya warisan leluhur.


Kabupaten Flores Timur, kampung Waimana memiliki tiga suku besar yang disebut dengan tiga tungku mereka hidup berdampingan sebagai keluarga besar. Tiga suku tersebut adalah suku Piran, suku Weking, dan suku Lebuan. Tiga suku tersebut mempunyai ikatan darah yang kuat karena tidak diperkenankan laki-laki memperistri perempuan dari satu suku atau menikahi perempuan dari suku yang tidak sesuai dengan urutan tiga tungku. Jejaka dari suku piran hanya dapat meperistri perawan atau wanita dari suku Lebuan, jejaka dari suku Lebuan hanya dapat memperistri wanita dari suku Weking dan jejaka dari suku Weking hanya dapat menikahi wanita dari suku Piran.

Sebelum upacara pernikahan atau pemberkatan dari mempelai laki-laki duduk dimeja adat untuk membicarakan segala urusan yang berkaitan dengan perkawinan atau membicarakan mesalah yang dulu pernah tertunda untuk diselaikan dengan sang belake ( raja ), belake adalah wakil laki-laki dari pihak perempuan, misalnya orang tua laki-laki atau saudara laki-laki. Bila dalam perundingan dimeja adat sudah disetujui diantara kedua belah pihak satu hari sebelum pemberkatan belis atau maskawin harus sudah diantar kepada pihak perempuan. Belis terdiri dari bahan makanan, bumbu dapur, alat makan, alat masak dan gading. Tetapi karena pada masa sekarang gading susah untuk didapatkan biasanya diganti dengan uang senilai gading, berkisar tiga juta sampai sepuluh juta sesuai gading yang diminta oleh pihak mempelai perempuan.

Setelah upacara pembera pemberkatan pengantin perempuan akan diantar puklang kerumah sang mertua dan para saudari dari pihak pengantin perempuan akan mengalungkan kain sarung sebagai bukti bahwa para saudara tidak ingin saudrinya nati kedinginan ataupun kepanasan. Sesmpai drumah sang mertua para saudari dari pihak laki-laki akan mengantarkan ayam bakar dan dibalas dengan ikan bakar.

Monday, October 20, 2008

Kue Rambut

Kue khas daratan Flores
Bahan-bahan yang sederhana membuat kue rambut sangat populer dikalangan orang Flores, pada upacara adatpun kue rambut selalu disajikan . Rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah, dan bentuknya yang unik sangat cocok sebagai teman minum teh.


Bahan :
  • Nira
  • Gula palem
  • Tepung beras
  • Air
  • Garam
  • Gula pasir
  • Minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
  • Campur semua bahan dan pastikan kekentalannya pas ( tidak terlalu encer atau kental )
  • Ambil satu cup adonan, masukan kedalam cetakan ( cetakan dapat dibuat dari kaleng bekas susu cair yang telah dilubanngi kecil-kecil )
  • Tuangkan hingga membentuk lingkaran dan lipat menjadi empat bagian
  • goreng hingga kuning kecoklatan, angkat dantiriskan
  • Sajikan

Wednesday, October 15, 2008

Manfaat Kurma

Kurma, buah khas negeri Arab sering dijumpai pada musim haji dan bulan ramadhan. Seperti yang tertulis pada buku “…hendaklah memakan tiga biji kurma esudah sahur dan saat berbuka “. Pohon kurma adalah tanaman gurun yang hanya bias tumbuh didaerah beriklim panas. Dahulunya kurma adalah tanaman liar, tetapi sekarang kurna sudah dikembang biakan untuk bertani.

Kurma memiliki banyak jenis seperti kurma Arab, kurma Mesir , kurma Tunisia dll, tetapi tidak banyak yang tahu bahwa kurma banyak mengandung vitamin A, seng (Zn) dan zat besi (Fe). Mengingat prinsip pola makan yaitu kualitas makanan yang baik bukan ditentukan dengan berapa banyak yang dimakan melainkan keanekaragaman makanan, yang meliputi makro nutrient dan mikro nutrient. Kadar gula, vitamin A, Zn, Fe yang terdapat pada kurma sangat baik bagi penderita anemia. Manfaat lain kurma yaitu mencegah stroke, melancarkan pencernaan dan memperlancar proses melahirkan.

Napkin Folding





Napkin Folding adalah seni melipat napkin. Ada beberapa seni melipat, pada posting kali ini penulis memberikan cara-cara melipat napkin dasar.

1. Lilin
a. Lipat napki dua menjadi dua bagian segitiga.
b. Lipat sisi bawah seperti pada gambar
c. Gulung mulai salahi satu ujung hingga pangkal ujung lainnya dengan menyisakan sedikit bagian
d. Selipkan ujung yang tersisa pada gulungan


2. Topi Uskup
a. lipat napkin menjadi empat bagian
b. Lipat napkin menjadi segitiga
c. Balik napkin menyerupai gambar
d. Balik bagian sisi bawah hingga mengunci semua lipatan

3. Topi
a. Lipat napkin menjadi dua bagian segi panjang
b. Lipat kedua ujung napkin secara berlawanan hingga menyerupai jajaran genjang
c. Lipat napkin menjadi dua bagian hingga hasilnya menyerupai pada gambar
d. Tarik salah satu ujung ke bagian atas , lalu lipat menjadi dua bagian
e. Pertemukann ujung tepi dengan ujung tepi dan selipkan salah satu ujungnya guna mengunci lipatan.

4. Pisang
a. lipat napkin menjadi dua bagian segitiga
b. Lipat sisi bawah
c. Lipat ujung-ujung napkin kearah atas
d. Lipat keatas sisi bawah napkin
e. Gulung mulai dari salah satu ujung dan akhiri dengan menyelipkan ujung yang lain
f. Tarik kedua ujung napkin hingga menyerupai kulit pisang

5. Kipas
a. Lipat napkin menjadi dua bagian segi panjang
b. Lipat salah satu ujung napkin seperti pada gambar, secara bolak balik dann sisakan sedikit ujungnya
c. Lipat menjadi dua bagian dan selipkan ujung yang tersisa guna mengunci lipatan

Saturday, October 11, 2008

Rumpu rampe



Dilihat dari namanya rumpu rampe sudah dapat ditebak bahwa makanan ini terbuat dari berbagai macam sayuran. Makanan khas kampung Waimana ini sudah menjadi ciri khias, karena bahan yang mudah dapat rumpu rampe menjadi menu sehari-hari.

Bahan :
  • Daun pepaya ( direbus )
  • Daun singkong (direbus )
  • Kacang panjang ( direbus )
  • Bunga pepaya
  • Jantung pisang
  • Daging sapi ( tetelan )

Bumbu yang di haluskan :
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Kemiri
  • Cabe rawit
  • Cabe merah
  • Terasi
  • Tomat
  • Garam
  • Minyak untuk menumis

Cara membuat :
  • Tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum dan matang
  • Masukkan semua bahan, aduk hingga tercampur dengan bumbu
  • Tambahkan garam dan penyedap, angkat
  • Sajikan panas