Friday, May 8, 2009

Pulang Kampung Ke Waimana Bagian 2


Perjalanan memang sangat membosankan, dilengkapi dengan hari-hari yang menjemukan. Makan, tidur, jalan-jalan keliling kapal, duduk bengong menikmati luasnya laut. Selama empat hari kami benar-benar menjadi pelaut, bersyukur kami tidak bersisik, kata saya dalam hati. Suami saya sudah sangat resah, setiap sampai pelabuhan dia menghitung jam, kapan kapal akan sampai pelabuhan larantuka. Sejenakn kami menghabiskan waktu di cafetaria, menghilangkan penat yang mendera, sambil memesan sekotak nasi seharga Rp.12000 dan segelas kopi seharga Rp2000 nett, sebagai selingan menu makanan selama dalam perjalanan. Bisa dilihat perbandingan menu yang kami dapat dari kapal dan menu yang kami beli di cafetaria.
Seolah-olah semua yang ada dalam kapal bisa menjadi uang, berikut dafatar harga yang terdapat pada KM Awu
Sampoerna Merah 12 Rp. 12000
Dji Sam Soe kretek 12 Rp 12000
Pop Mie Rp 6000
Nasi Ayam Rp 12000 ( Cafetaria)-Rp 10000 ( ABK Kapal )
Air Panas Rp 2000 ( Cafetaria)-Rp1000 ( Pantry)
Roti Bulat Rp 2000
Kopi Rp 2000
Teh hangat Rp 2000
Air mineral Rp 5000
Charge HP Rp 5000
Kasur matras Rp 5000

Kami sebenarnya tidak terlalu kaget jika semua barang-barang tersebut harganya jadi melonjak naik, kami pikir itu adalah wajar jika harga pokok ditambah pajak pelayanan. Yang membuat saya heran air panas pun dijual, charge untuk HP dan matraspun dipungut biaya, bukanya dimasing-masing dek ada colokan untuk charge tapi mengapa hampir semua colokan itu rusak? dan bukankah matras itu harusnya kami dapat secara cuma-cuma karena merupakan fasilitas kapal sehingga kami tidak perlu membayar sewa, disini saya mengeluh bukannya masalah uang, tetapi sebagai penumpang saya berhak tau fasilitas yang saya dapat. Atau mungkin pihak perusahaan KM Awu mempunyai kost operasional yang tinggi sehingga dari penjualan tiket, pihak perusahaan masih merasa rugi hingga mereka harus mengurangi segala fasilitas yang berhak kami dapatkan.

Contoh kecil yang membuat saya sangat kecewa, saya tidak tahu apakah itu suatu kebijakan management atau permainan ABK, jika melihat foto diatas itu adalah menu makan siang dan makan malam kami, sedangkan photo yang kedua adalah menu di cafetaria. Ketika kami mendengar pengumuman untuk mengantri makan siang, para ABK sibuk menjajakan makanan kepada penumpang. Yang sudah diketahui pasti menunya jauh lebih layak dari pada menu " standart " KM Awu. Dari pengalaman yang saya alami dapat dijadikan pelajaran bagi para pemudik yang naik KM Awu, dengan biaya yang minim, danmengalami masalah seperti saya, tidak bisa makan dengan menu yang seperti itu ada bebertpa tips :
1. Siapkan lauk kering yang kira-kira bisa bertahan lama
2. Bagi perokok berat belilah rokok didarat
3. Bawalah air yang cukup selama perjalanan
4. Charge penuh HP, dan hemat penggunaan, jika HP tidak digunakan lebih baik dimatikan
5. Siapkan peratan makan ( sendok, gelas )
6. Bawa makanan ringan, kopi atau teh

bersambung.........................

No comments:

Post a Comment